6

Sejarah Vespa Indonesia

Minggu, 31 Mei 2009. Kategori : Proyek VespaQR Code

Hooi.. Pemakai Vespa..! Pada tau ga sejarah Vespa di Indonesia? Ane lagi nyari artikel (shahih) tentang awal mula keberadaan Vespa diIndonesia.. Khususnya Smallframe..
Nah, artikel dibawah merupakan sedikit informasi yang gw rangkum berdasarkan pengamatan sendiri dan cerita orang lain, tidak ada sumber resmi dari importir Vespa Indonesia (Dan Motor wes kukut tho..?!).

Congo
Ada yang bilang mulainya era Vespa diIndonesia saat Congo masuk.. (liat gambarnya Congo), dan tau ga Congo ternyata buatan Jerman bukan Itali seperti yang kita gw kira.. Ehehehe.. Karena itu bodinya plat baja ga besi seperti pada umumnya..
Ada yang bilang Congo diberikan oleh PBB sebagai tanda terimakasih, tapi ada juga yang bilang kalau diberikan oleh Pemerintah Indonesia waktu itu.. Mboh mana yang bener..

Oiya, kata orang (ceritanya gw ngutip dari berbagai sumber) Congo yang diberikan kepada pasukan Garuda tidak semuanya sama, ada perbedaan antara pangkat tinggi dan yang rendah dimana pangkat yang lebih tinggi mendapatkan Congo 150cc sedangkan yang lebih rendah dapatnya 125cc.
Edannya gw pernah denger kalo pangkat yang lebih tinggi knalpotnya di kanan.. Ahahaha..

Smallframe
Nah, ini yang sampe sekarang ga jelas infonya..
Kalau sejarah globalnya, smallframe dibuat untuk menembus pasar moped dimana pada pasar tersebut kapasitas maksimal mesin adalah 50cc sehingga tidak dibutuhkan SIM untuk mengendarainya.
Smallframe dirancang oleh Corradano D´Ascanio, perancang Vespa seri awal, dengan basis yang berbeda dimana kekompakan (compact maksudnya) merupakan inti desain.

Yang umum kita lihat dijalan kebanyakan adalah Pespa Tuna Susila (PTS, ato lebih lengkapnya P100 TS), 100 cc dengan venturi 19/19 dan speedometer mentok di 120km/jam.
Kalau merunut kode mesinnya PTS bisa disamakan dengan Vespa 100 Sport, dan seharusnya PTS juga mengadopsi sistem kelistrikan 12 volt.

Lalu berikutnya yang juga umum kita lihat adalah Vespa Special, 90cc (88.5 cc lebih tepatnya) dengan venturi 16/16 dan speedometer mentok di 80km/jam.

Kedua versi yang umum kita lihat diatas (PTS dan Special) seringkali dianggap sama, bahkan ada yang menganggap kalau Special itu ada dua versi yaitu 100cc dan 90cc.
Menurut bengkel dimana biasa gw mangkal (heleh.. emang ojek?) PTS dan Special beda, jadi ga ada tuh yang namanya 100 Special (walaupun ada emblem belakangnya, yah namanya juga aksesoris).
Perbedaan antara keduanya tidak terlalu signifikan (selain beda cc tentunya), seperti contohnya Special gw yang bisa-bisa aja pake karbu si PTS dengan mengganti manifold tentunya (dan spuyer-spuyer). Btw, gw ganti pake karbu PTS gara-gara karbu bawaan Special udah ga bener, lagian yang PTS Dell'Orto sedangkan Special pakenya Dang Ling.

Oiya, yang cukup menarik waktu ganti piston (seher) kemarin adalah blok mesin Special gw tertulis 90 SS sedangkan punya temen gw (PTS 81) cuma tertulis 100. Mungkinkah Special yang masuk keIndonesia menggunakan mesin SS 90? Makanya dibilang Vespa Special.. Ahahaha..

Smallframe-smallframe yang masuk Indonesia kalau kita perhatikan mempunyai dasi plastik, sementara pada katalog-katalog luar negeri bentuknya sama dengan Vespa largeframe lawas.
Yang menggunakan dasi plastik (kalau menurut katalog luar negeri) adalah 50 S, jadi mungkin bodi-bodi smallframe Indonesia berbasis 50 S.

Tambahan (19 Juni 2009)
================
Danmotors Vespa Indonesia ternyata satu-satunya perakit Vespa 90 Special didaerah Asia Tenggara, dan waktu itu akan diekspor ke Muangthai..
(sumber : Tempo)

Oiya sharing ajah, gw pernah liat diLempuyangan ada smallframe (ntah seri apa, kurang jelas, mungkin 125 atau 125 Primavera) tidak memakai dasi plastik melainkan sama dengan saudara largeframe-nya.
Selain itu gw juga ngeliat dijalan Monjali sebuah SS (ntah 50 atau 90, atau malah repro karena tidak ada dummy tank diatas ban serep) melintas dengan anteng.. Si empunya cuma ngelakson sambil senyum.. Ehehehe..
Kalau keberadaan 50 SS pernah gw konfirmasi langsung (lihat dan sentuh) yaitu kepunyaan salah satu skuteris Jogja yang cukup kondang, dimana ni SS kondisinya cukup memperhatinkan tapi STNKnya hidup (pajak mati kayanya, lupa).

Selain SS diceritakan pula kalau Indonesia pernah kedatangan Primavera (125cc, 4speed) melalui jalur bantuan, tepatnya bantuan Pemerintah Indonesia kepada puskesmas masing-masing Provinsi (jadi tiap puskesmas mendapatkan 2 Primavera).. Rada ga percaya juga, tapi sumber mengkonfirmasikan kalau dia pernah melihat dan memegang.. Hmm, mungkin benar tapi cerita tentang bantuannya salah..

Sejarah smallframe di Indonesia memang rada kabur, satu-satunya bukti resmi yang pernah gw liat adalah iklan koran tentang Vespa Special (ada mbak-mbak jadul sedang memegang Vespa Special, judulnya kalo ga salah "penawaran Special bagi pemilik Vespa Special", diskon untuk pembelian onderdil Vespa Special).

Akhir kata, mohon maaf bila ada informasi yang kurang tepat, namanya juga hasil pengamatan dan investigasi pribadi tanpa ada data resmi.

6 Komentar

  • GravatarMacFamousRabu, 24 Juni 2009

    dirumah ada 1 vespa naganggur keknya udah tua bgt .. g ngerti versi yg manapa termasuk congo ya .. huhuhubtw klo jual vespa skrg udah bisa laku mahal pa blum yah .. hehe mauunya

  • GravatarjenggoRabu, 24 Juni 2009

    kalau bodinya semok trus lampunya bulat bisa jadi tu vespa berharga lumayan (mahal).. tapi umumnya vespa dengan aksesoris masih banyak yang asli biasanya banyak yang nyari (kalo ga dipreteli aja, jual perbagian.. hehe..)bentuknya congo bisa dilihat di : http://www.vesparecord.com/indonesia.htm

  • GravatarhadiSabtu, 19 September 2009

    mas..mau tanya,kalo v.special 90 bawaan mika lampu belakangnya apa masih triom?

  • GravatarjenggoSabtu, 19 September 2009

    kayanya siem deh, sama kaya punya super/sprint 78-an..

  • GravatarkheybhoSelasa, 10 Agustus 2010

    kan sya punya vespa kan dua mas,
    yang satu thun 60 yang satu lagi tahun 61,
    kan yang tahun 61 saya mau jual.
    kisaran harganya sekarang brapa yua mas,
    masih ori semua cuma cat duand yang udah gak...??