Software Pembantu Lomba..

Heleh.. Judulnya busuk banget.. Ahahaha..
Maksudnya tu software-software yang gw buat pake VB6 dimana mereka cukup sering dipake saat kita turun lomba..
Masih terkait dengan gw yang lagi bersih-bersih harddisk.

DDR2
Penerjemah DDR2
Software kecil ini fungsinya hanya menerjemahkan maksud dari kecepatan PC, contohnya PC2-5300 tu artinya DDR2-667 dengan frekuensi 333Mhz.

SkorLombaOC
Program untuk menghitung nilai skoring Hyem OC
Program untuk menghitung nilai skoring ini sebenarnya ditujukan bagi lomba OverClocking yang diadakan oleh HYEM, tapi seinget gw tu lomba ga jadi & ini software gak pernah dipake,, Khehehe..
Yang dihitung cuma SuperPi 2M, SiSoftSandra CPU Arithmetic & Memory Bandwidth.

Memory Divider
Penghitung Memory Divider
Software satu ini fungsinya hanya untuk menghitung berapakah hasil Mhz dari perbandingan antara FSB prosesor dengan FSB Memory.
Contoh FSB Prosessor kita 200Mhz, lalu dipakai berbandingan 1:2, artinya FSB Memory kita 400Mhz. Gampang kan? Cuma coba aja ngitung divider pas kita lagi nyari setingan (hasil tertinggi & stabil saat overclocking), pasti butuh ni software.. Khehehe..

Mem Divider
Penghitung Memory Divider (Versi lama)
Sama fungsinya dengan Memory Divider diatas, cuma yang ini versi barunya. Perbedaan ada dibanyaknya jumlah perbandingan.

SkorOC
Penghitung Skoring Lomba JOC3
Software ini dulunya dipakai untuk menghitung nilai skoring saat lomba JOC3, sekedar informasi, dulu setiap kali ada lomba overclocking pasti regulasinya berubah-ubah baik cara persentase penghitungan skor maupun hardware yang tidak lagi boleh dipakai saat turun lomba.
Nah, software ini hanya berlaku pada lomba Jogja Overclocking Contest 3! Tidak pada lomba-lomba sebelum maupun sesudahnya..

Oiya, dibawah ini gambar siapa kontestan sekaligus pemenang lomba saat itu :
Hasil Lomba JOC3

Serta saat itu HYEM Overclocking Team merupakan tim dengan anggota yang paling banyak menang, foto kemenangan :
Foto Kemenangan Lomba JOC3

SkorOC FFA Edition
Penghitung skoring kelas FreeForAll
Program ini berfungsi untuk menghitung hasil skoring lomba kelas FFA(Free For All), dimana tidak ada limitasi peserta diharapkan untuk mencapai skor setinggi-tingginya.

Skoring ReviewLand
Penghitung skoring lomba ReviewLand
Lomba yang pertama kali digelar di Surabaya serta diadakan oleh ReviewLand. Punya standar penghitungan yang cukup berbeda & sedikit aneh, tapi tetap saja kami pemegang juara umum disana.. Hohoho..

DOWNLOAD semua software diatas.

26 Oct 080 komentar

Waktu masih heboh..

Waktu gw bersih-bersih harddisk ga sengaja nemu arsip-arsip lama saat masih sibuk overclocking, hasil scoring lah, foto pas lomba lah, dan lain-lain. Ada 1 folder yang gw bener-bener lupa isinya, soalnya gw ga ngerasa pernah moto2 komputer gw saat itu. Anyway ini foto2nya :

PSU masih Antec Struktrur Watercooling Mainboard Abit AS8 Dipakai harian
Kalo ga salah spesifikasi komputer diatas tu :

Custom Watercooling
Celeron D 331 (2.66Ghz) @ 3.27Ghz
Abit AS8 (Intel 865PE)
Twinmos CH-UTT (256x2 MB)
Powercolor 9500 256-bit (9700 Mod)
Seagate 120GB (masih gw pake sampe sekarang)
Antec430W (mati kena air) lalu diganti Strider 400w (Stridernya masih gw pake)

Watercooled
Yang dimaksud dengan watercooled adalah sistem pendinginan komputer yang tidak lagi menggunakan kipas + fan lagi tapi diganti menggunakan air sebagai media penghantar panas.

Setiap seminggu sekali gw mesti buang air yang diember, selain udah keruh, baunya ga tahan.. Hahaha..
Kok ga pake air radiator (Radiator Coolant)? Udah abis, males beli lagi.. Hahaha..
Lagian kalo masalah transfer panas, baik air radiator maupun air keran sama efektifnya kok.. Bedanya cuma air radiator ga menimbulkan lumut.

Radiator yang gw pake tu sebenernya dapet dari Erick, radiatornya Mercedez Benz (ga tau seri apa) dengan 4-ply.. Kinerjanya? Luar biasaaa.. Apalagi tu radiator dicelupin air es (ember yang isinya air + es) bisa buat nahan clock Celeron 331 di 4Ghz-an.
Tapi untuk harian radiatornya cukup diberi kipas 2 Ampere (merek Delta). Ya itu bisa 3.27Ghz tanpa masalah.

Air dialirkan dengan pompa aquarium (merek Resun) berdaya --kalo ga salah-- 2800pk ke waterblock (media penghantar yang menempel di prosesor) buatan Thermaltake.
suhu harian? Sama kaya suhu ruangan. Itu makanya si Celeron clock speednya 3.27Ghz harian (bisa lebih, cuma kurang stabil, udah capek dibawa turun lomba.. hehe..).

Lalu bukannya bahaya kalau air menetes? Makanya kita pake diselectric gel, jadi walaupun air netes2 ke mainboard tidak masalah. Tetap saja penggunaan watercooling perlu perhatian khusus.

Anyway.. Ada overclocker disini? Bukan cuma naek2an clock doang, nenek gw juga bisa kalo itu doang mah.. Hahaha..

25 Oct 084 komentar

Habari : CMS blogging simpel

Satu lagi CMS untuk keperluan blogging, Habari namanya, yang berarti "apa yang baru?" dalam bahasa Swahili.
Jangan samakan Habari dengan Wordpress, beda jaauh!! Anggap saja another blogging CMSes atau kalau mengutip slogan pembuatnya "Habari is next-generation blogging".
Fitur Habari :
  • Modular, object-oriented core for easy extensibility
  • Supports multiple database backends (MySQL, SQLite, PostgreSQL)
  • Uses prepared statements throughout to protect against SQL injection attacks
  • Media silos to directly access various ways of media storage, like Flickr, Viddler, or the server’s filesystem
  • Atom Publishing Protocol support
  • Multiple users (authors)
  • Multiple sites on one installation
  • Support for static content ("pages")
  • Plugins
  • Tagging
  • Importers for Serendipity and WordPress


Instalasi
Habari sama mudahnya dengan Wordpress kalau kita melihat menu instalasi disertai dengan sentuhanAJAX, kita hanya diminta data penting database (username, password, database name, database prefix), judul blog, nama pemilik blog beserta password, & email pemilik blog.
Tampilan Instalasi

Setelah instalasi selesai, kita akan disodori tampilan default Habari yang sangat simpel, lebih simpel dari Wordpress tapi dengan fitur yang lebih lengkap (Wordpress default, belum ada plugins terinstall).
Tampilan default Habari

Dalam keadaan default, Habari mendukung clean-url (atau dikenal sebagai Permalink diWordpress) dan penggunaan Tag.

Pengaturan
Menu pengaturan Habari sangat simpel, pada saat pertama kali dibuka Habari akan menampilkan quick-tour yang akan menjelaskan kepada kita bagaimana struktur administrasinya.
Tampilan quick-tour
Untuk mengakses setingan lebih lanjut (termasuk membuat postingan & pages), Habari menggunakan menu dropdown disebelah kanan atas dan dapat diakses dengan shortcut keyboard.

Anehnya, menu administrasi tidak menampilkan apapun saat dibuka dengan browser keluarga Mozilla (termasuk Firefox 3), gw terpaksa membukanya dengan Opera (mungkin pada sistem operasi lain tidak bermasalah, gw pake Linux).
Tampilan kosong saat dibuka dengan Firefox 3

Pada bagian Options (setingan paling penting) hanya tersedia beberapa pengaturan seperti nama blog, slogan / tagline blog, jumlah postingan yang ditampilkan pada halaman depan, pingback, tidak menerima komentar anonymous, & Locale.
Menu Options

Plugins Default
Berbeda dengan Wordpress yang hanya membawa satu plugin (dolly tidak dihitung), akismet, Habari menyediakan 10 plugins berbeda dengan fungsi yang cukup berguna seperti plugin untuk Flickr, SpamChecker (anti spam), importer dari CMS blog lainnya (Serendipity & Wordpress), Pingback, Undelete, dan sebagainya.
Plugins Habari

SpamChecker tampaknya berhubungan dengan server Habari sendiri bukan Akismet, apakah lebih baik dari Akismet? Secara teori tidak, karena database Spam yang dimiliki oleh Habari tidak selengkap Akismet (Habari masih versi nol koma, belum stable) ditambah lagi kehandalan server Habari belum teruji bila mendapat banyak query, tapi siapa tau sistem pengecekan Spam Habari lebih optimal hingga kinerjanya lebih baik, gw ga bisa memastikan.

Sistem peng-impor-tan postingan dari CMS blog lain (gw ambil contoh pake Wordpress) tidak melalui file (seperti Wordpress ke Wordpress) tapi langsung mengakses database Wordpress itu sendiri, jadi saat ingin mengimpor postingan kita harus tahu terlebih dahulu apa username, password, serta nama database yang digunakan oleh Wordpress.
Mengimpor postingan langsung dari database
Yang gw belom coba apabila kita memakai database selain MySQL (Habari mendukung PostgreeSQL & SQLite selain MySQL) apakah proses transfer berjalan dengan baik.
Sekedar informasi, pengimportan dari Wordpress berjalan dengan baik dan tanpa masalah (termasuk komentar juga diimport) dan postingan-postingan Wordpress diletakkan sebelum postingan asli Habari (bila sempat memosting diHabari sebelumnya). Kategori pada Wordpress dijadikan Tag pada Habari karena tampaknya Habari tidak mengenal pengkategorian postingan.

Ada 3 themes yang disertakan oleh Habari pada penginstallan default, tapi menurut gw yang paling bagus dan menarik adalah themes default saat selesai instalasi. Dengan dominasi warna hitam, putih, abu-abu seakan menunjukkan kalau Habari memang simpel dan mudah untuk digunakan.

Memosting Blog
Setelah melihat-lihat menu pengaturan saatnya mencoba memosting blog!
Gw buka Lorem Ipsum Generator lalu generate 3 paragraf Lorem Ipsum :
Generator Lorem Ipsum
Eh? Lorem Ipsum apaan? Langsung buka Wikipedia.. Hehehe..

Seperti layaknya Wordpress, Habari juga dapat membuat postingan draft (tapi ga gw coba apakah postingan dapat dipublish pada waktu yang telah ditentukan). Sayangnya tidak seperti Wordpress yang bisa kita tambahkan aturan lain, Habari cukup puas dengan pengaturan judul postingan, isi postingan, bisa dikomentari atau tidak, alamat permalink postingan, dan tags.
Memosting artikel

Kesimpulan
Tampilan Blog dengan Habari

Hingga muncul versi sempurna (stable) sebaiknya gunakan Habari hanya dilocalhost. Karena belum terujinya Habari didunia nyata (ntah apa maksudnya.. hahaaha) dan masih banyak kekurangan yang dapat menghambat kegiatan blogging kita.

Tapi secara keseluruhan gw menilai Habari layak untuk dilirik sebagai sistem blogging, tentunya bila sudah keluar versi yang lebih baik, plugins-plugins sudah berlimpah, dan banyaknya themes yang tersedia.

22 Oct 089 komentar